TUTORIAL ADOBE PHOTOSHOP
MEMBUAT EFEK GLOW
Step 1:
Background color – #000000
Step 2:
Step 3:
Step 4:
Step 5:
Step 6:
Step 7:
Step 8:
Step 9:
Step 10:
Step 11:
Step 12:
Step 13:
Step 14:
Step 15:
Step 16:
selamat mencoba.....
^_^

Kira-kira sekitar awal tahun 2007-an, saya ga sengaja di kasih video klip Alesana yang judulnya Ambrosia. Padahal sebelumnya saya belum pernah dengar nama band atau lagunya dari band yang satu ini. Pertama kali liat video klipnya saya terheran sekali, awalnya dikira musik pop / kalem. Setting tempat nya aja di taman dan dengan hiasan bunga-bunga yang ada disekitar itu. Tapi ternyata teriakannya ngagetin orang sekampung (kalau distel high volume) haha. Ga nyangka, dengan aliran musik kayak gitu ternyata sekarang penggemar Alesana makin banyak aja, termasuk Indonesia.
Genre / aliran asli alesana sendiri adalah post-hardcore, namun banyak yang menyebutkan bahwa Alesana sebagai icon musik emo dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Tapi yang jelas mereka menciptakan lirik lagu yang dalam.
Kalau kalian perhatiin, mereka mempunyai khas dan keunikan tersendiri dalam bermusik terutama kombinasi vokal. Suara kalem yang bermelodi seperti kebanyakan alternative music, dipadukan dengan teriakan nyaring. Serta ada juga growl / teriakan seperti yang sering kita dengar di musik hardcore.
Alesana (sebenarnya di ambil dari kata alice-anna) band yang beraliran post-hardcore yang berasal dari Raleigh, North Carolina, USA pastinya. Berdiri sejak tahun 2004. Karya yang udah mereka buat satu EP, 7 compilations, dan 2 full album, dan satu cd produced tour.
Profil / nama anggota band :
* Dennis “Denny Diablo” Lee – Screaming vocals (2004-present)
* Shawn Milke – Vocals, Guitar, Piano (2004-present)
* Patrick “Peezee” Thompson – Lead guitar, Backing vocals during live performance (2004-present)
* Jeremy “Jables” Bryan – Drums (2005-present)
* Shane Crump – Bass guitar, Vocals (2007-present)
* Jake Campbell – Rhythm guitar (2008-present)
Berdasarkan beberapa laporan beberapa situs berita amerika, drummer Avenged Sevenfold, James Owen Sullivan atau sering kita panggil The Rev dinyatakan meninggal kemarin tanggal 28 Desember 2009 di rumahnya. Penyebab kematiannya belum begitu jelas karena saat berita ini dirilis masih terjadi kesimpang siuran berita.
Hal tersebut sangat menyentak seluruh anggota Avenged Sevenfold lainnya karena saat ini masih dalam proses pembuatan album baru seperti dalam pernyataan mereka di situs resmi Avenged Sevenfold. Bagi para pengemar Avenged Sevenfold ini juga merupakan suatu pukulan yang sangat telak.
It is with great sadness and heavy hearts that we tell you of the passing today of Jimmy “The Rev” Sullivan. Jimmy was not only one of the world’s best drummers, but more importantly he was our best friend and brother. Our thoughts and prayers go out to Jimmy’s family and we hope that you will respect their privacy during this difficult time.
Jimmy you are forever in our hearts.
We love you.
M Shadows, Synyster Gates, Zacky Vengeance and Johnny Christ
Kalaupun berita ini memang benar adanya, semoga The Rev tenang di alam sana dan yang jelas bakal sulit tergantikan.
Bagi Yang Belum Mengenal The Rev , silahkan lihat profilnya dibawah ini
James Owen Sullivan, (lahir 9 Februari 1981, umur 28 tahun, lebih dikenal dengan nama The Rev atau The Reverend Tholomew Plague) adalah seorang drummer sekaligus backing vocal Avenged Sevenfold. The Rev juga sempat menjadi penyanyi utama pada grup musik Pinkly Smooth.
The Rev adalah anak tunggal. Pada masa kecilnya, dia seringkali dikeluarkan dari sekolah. The Rev juga sudah tujuh kali masuk penjara karena kejadian-kejadian seperti berkelahi di dalam bar.
| The Rev | ||
|---|---|---|
| Latar belakang | ||
| Nama lahir | James Owen Sullivan | |
| Nama lain | The Reverend Tholomew Plague, Rat Head, The Rev, Mr. Plague, Jimmy | |
| Lahir | 9 Februari 1981 (umur 28) | |
| Genre | Metalcore, Hard Rock, Heavy Metal,Third Wave Ska, Avant-Garde Metal, Hardcore Punk | |
| Pekerjaan | Musician, Songwriter, Drummer, Percussionist | |
| Instrumen | Drums,Guitar, Bass, Piano, Vocals | |
| Tahun aktif | 1999–Sekarang | |
| Perusahaan rekaman | Warner Bros. Records, Good Life Recordings, Hopeless Records, Bucktan Records | |
| Terkait dengan | Avenged Sevenfold Pinkly Smooth Suburban Legends, Ballistico | |

Hewan apakah yang bisa bertahan hidup paling lama saat ini? Jawabannya adalah kerang quahog dari perairan Islandia yang masih hidup hingga 2007 lalu. Moluska kecil ini jika berulangtahun akan memiliki 400 lilin di atas kuenya. Sebenarnya rata-rata usia klan qualhog ini tidak hidup selama itu.
Putar tuner(penala) senar gitar perlahan, petiklah beberapa kali(dengan tangan satunya), bandingkan dengan senar lain hingga sama nadanya, dengan ketentuan seperti berikut:
Untuk aturan frekuensi nada musik baik vokal maupun instrument musik sebenarnya sudah mengikuti standar yang berlaku secara internasional Adapun nada yang dijadikan standar internasional adalah nada A dengan frekuensi 440Hz(hertz), sehingga alat musik modern(tradisional seperti gamelan misalnya tidak mengikuti standar tsb) dimanapun di dunia akan mengikuti standar tersebut. Nah pertanyaannya adalah: bagaimana kita tahu kalo nada A pada gitar ketika sudah kita stem = 440Hz? . Kita perlu menggunakan alat ukur nada yang standar, yaitu:
Bersama dengan diluncurkannya film layar lebar Star Trek di bioskop-bioskop, salah satu daya tarik yang ingin dilihat para pecinta film petualangan luar angkasa ini adalah kapal Starship Enterprise terbang melintasi galaxy dengan kecepatan cahaya. Tapi, apakah terbang dengan kecepatan ‘warp’ bisa menjadi kenyataan?
Dua orang Fisikawan asal Universitas Baylor punya ide untuk merealisasikan terbang pada kecepatan cahaya menjadi kenyataan, dan ide mereka tersebut tidak melanggar hukum fisika apapun.
Dr. Gerald Cleaver, seorang Profesor Fisika di Universitas Baylor, bersama dengan Dr. Richard Obousy, seorang mahasiswa pos-doktoral, berteori bahwa dengan memanipulasi dimensi-dimensi ruang dan waktu disekitar pesawat dengan jumlah energi yang sangat besar akan menciptakan sebuah ‘bubble’ yang bisa mendorong pesawat lebih cepat dari kecepatan cahaya. Untuk menciptakan bubble ini, para Fisikawan Universitas Baylor percaya dengan memanipulasi ke-11 dimensi akan menciptakan energi gelap. Cleaver mengatakan energi gelap yang positif bertanggung jawab dalam mempercepat laju alam semesta seiring waktu berjalan, sama seperti yang terjadi setelah Big Bang, pada saat alam semesta meluas lebih cepat dari kecepatan cahaya.
“Bayangkan seperti seorang peselancar diatas ombak,” Cleaver mengatakan, yang mendampingi Obousy tentang metode baru ini. “Pesawat tersebut akan didorong oleh bubble dan bubble akan terbang lebih cepat dari kecepatan cahaya.
Metode yang dikembangkan berdasar pada gerak Alcubierre, yang bertujuan memperluas materi-materi luar angkasa yang berada dibelakang pesawat menjadi bubble dan menyiutkan ruang dan waktu di depan pesawat. Sebenarnya pesawat tidak bergerak, tapi pesawat akan berada diantara perluasan dan penyiutan dimensi-dimensi ruang dan waktu. Karena angkasa akan bergerak disekitar pesawat, teori tersebut tidak akan melanggar hukum Relativitas Einstein.
Beberapa teori mengatakan bahwa alam semesta terbentuk dari berbagai dimensi. Tinggi, lebar dan panjang adalah tiga dimensi, dan waktu adalah dimensi ke-4. Para ilmuwan percaya bahwa ada 10 dimensi, dengan 6 dimensi lainnya belum bisa diidentifikasi. Sebuah teori baru, yang disebut M-theory, mambawa teori-teori lainnya satu langkah lebih maju dan bisa memunculkan dimensi luar angkasa ke-11. Merupakan dimensi ke-11 yang diteliti di Universitas Baylor yang dipercaya bisa membuat pesawat melaju lebih cepat dari kecepatan cahaya.
Para fisikawan Universitas Baylor memperkirakan jumlah energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah dimensi ekstra sama dengan jumlah seluruh massa planet Jupiter yang dikonversikan menjadi energi.
“Itu merupakan jumlah energi yang sangat besar,” kata Cleaver. “Posisi kita masih jauh untuk menciptakan tipe energi tersebut”.
Diterjemahkan secara bebas dari http://www.sciencedaily.com.
©Template by Dicas Blogger.
